Kadang kita terlalu sibuk ngejar hal-hal baru, sampai lupa kalau yang lama pun masih bisa bawa kita jauh. Kayak sepatu favorit yang sol-nya udah mulai tipis, warnanya pun udah gak secerah dulu. Tapi entah kenapa, tetap nyaman dipakai ke mana-mana. Mungkin karena setiap goresan dan retaknya punya cerita yang nggak bisa diganti sama yang baru.

Saya pernah, di satu titik, nyaris buang sepatu itu. Tapi waktu iseng saya pakai lagi buat jalan sore, rasanya kayak balik jadi versi saya yang dulu. Yang masih semangat ngelangkah, yang punya mimpi sederhana, yang percaya kalau setiap tapak kecil bisa ngebawa ke tempat besar. Di situlah saya sadar: kadang yang kita rindukan itu bukan barangnya, tapi versi diri kita yang pernah bersamanya.

Tapi ini bukan tentang sepatu lama dan sepatu baru. Ini tentang rasa yang mungkin udah lama kita lupain tentang keyakinan kecil, semangat yang sederhana, dan kepercayaan diri yang nggak ribet. Dan kadang, semua itu bisa muncul lagi dari hal-hal sepele yang selama ini cuma kita anggap “udah nggak layak”.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *