Tentang Aku dan Diriku Sendiri

Aku adalah orang yang sering terlihat kuat, padahal di dalam kepala, banyak hal yang sedang berantem. Aku terbiasa jalan sendiri, bukan karena tak butuh siapa-siapa, tapi karena terlalu sering kecewa saat berharap pada orang lain. Dari situ aku belajar satu hal: tidak semua orang akan tinggal, dan itu tidak apa-apa.

Aku bukan orang yang selalu benar, tapi aku selalu berusaha jujur terutama ke diriku sendiri. Aku tahu kapan harus diam, kapan harus mundur, dan kapan harus tetap berdiri walau sendirian. Ada hari-hari di mana aku merasa lelah tanpa alasan yang jelas, dan ada malam-malam di mana pikiranku terlalu ramai untuk sekadar tidur tenang.

Aku punya mimpi besar, meski langkahku kecil. Aku pernah ragu pada diriku sendiri, tapi anehnya aku tetap berjalan. Bukan karena yakin akan sukses, tapi karena berhenti terasa lebih menyakitkan. Aku belajar dari kesalahan, dari kegagalan, dari orang-orang yang datang lalu pergi tanpa pamit.

Aku mungkin bukan versi terbaik hari ini, tapi aku adalah versi yang masih bertahan. Dan itu sudah cukup. Aku tidak berlomba dengan siapa pun, karena perjalanan hidupku tidak sama dengan orang lain. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang tidak mengkhianati dirinya sendiri apa pun hasil akhirnya nanti.

Dan kalau suatu hari aku terlihat sendiri, jangan kasihan. Mungkin saat itu aku sedang berdamai dengan diriku, dan itu adalah bentuk keberanian yang paling jujur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *