Ada lagu yang terasa seperti malam musim panas yang terlalu indah untuk cepat berakhir, dan “August” dari Chase Atlantic adalah salah satunya. Lagu ini punya nuansa yang memabukkan campuran antara rasa nyaman, rindu, dan sedikit bahaya. Setiap denting nadanya seperti mengajak kalian menyelami malam yang penuh rahasia, di mana waktu terasa lambat dan dunia hanya milik berdua. Rasanya seperti berada di momen yang kalian tahu gak akan terulang, tapi ingin kalian simpan selamanya.
“August” bukan sekadar cerita tentang cinta atau ketertarikan, tapi tentang atmosfer. Tentang bagaimana satu orang bisa mengubah suasana menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Ada rasa tenang tapi juga deg-degan, ada jarak tapi juga kedekatan yang intens. Lagu ini mengajarkan bahwa keindahan kadang datang dari hal yang sementara sesuatu yang justru terasa berharga karena kalian tahu itu gak akan bertahan selamanya.
Di setiap baitnya, “August” seolah membawa kalian ke dalam memori yang samar: cahaya lampu jalan, udara hangat yang menempel di kulit, dan tatapan seseorang yang seakan mengerti semua hal yang gak pernah kalian ucapkan. Lagu ini terasa seperti pengakuan diam-diam bahwa ada bagian dalam diri kalian yang hanya muncul di hadapan satu orang itu, dan gak ada yang lain.
Tapi di balik kehangatan dan ketenangan yang ditawarkan, ada juga rasa kehilangan yang samar. “August” adalah pengingat bahwa momen paling indah kadang cuma bisa kita nikmati sebentar. Dan justru itu yang membuatnya terasa begitu berharga. Sama seperti bulan Agustus yang hanya singgah setahun sekali, beberapa orang juga hadir sebentar saja, tapi meninggalkan jejak yang bertahan lama.
Saat lagu ini selesai, kalian mungkin akan merasa seolah baru bangun dari mimpi yang indah. Ada sedikit rindu, ada sedikit penyesalan, tapi lebih banyak rasa syukur karena pernah ada di momen itu. “August” bukan cuma lagu dia adalah kapsul waktu, menyimpan semua rasa yang pernah kalian alami di satu malam yang tak terlupakan.
Leave a Reply