Lagu “Pano” dari Zack Tabudlo jadi salah satu karya yang bikin banyak orang merasa “ketampar” karena liriknya begitu jujur dan menyakitkan. Di balik melodi yang lembut dan suara khas Zack yang penuh emosi, lagu ini menceritakan tentang perasaan jatuh cinta pada seseorang yang sebenarnya tak bisa dimiliki. Rasanya seperti menatap bintang di langit indah, tapi tak pernah bisa digapai.

Zack menggambarkan kisah seseorang yang hanya bisa mengagumi dari jauh, mencoba untuk tetap dekat tapi sadar bahwa cintanya tak pernah sejalan. Ada kegetiran yang dalam, ketika kita begitu berharap namun kenyataan justru berkata lain. Lagu ini membawa pendengar ke dalam suasana melankolis, seolah sedang duduk sendirian di malam hari, memikirkan seseorang yang tidak pernah benar-benar menjadi milik kita.

“Pano” juga jadi simbol dari cinta yang tak pernah selesai, sebuah cerita yang menggantung di hati. Liriknya sederhana, tapi setiap kata menusuk karena terasa nyata—perasaan yang mungkin pernah dialami hampir semua orang. Itulah kenapa banyak pendengar merasa lagu ini begitu personal, seakan-akan Zack menuliskan isi hati mereka sendiri.

Dengan segala kesederhanaannya, “Pano” membuktikan bahwa kekuatan musik bukan hanya pada melodi, tapi pada emosi yang berhasil disampaikan. Lagu ini jadi pengingat bahwa cinta tak selalu soal memiliki, kadang hanya tentang merasakan, meski akhirnya kita harus merelakan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *