Die For Me

Ada beberapa lagu yang gak cuma enak didengar, tapi terasa seperti potongan cerita hidup dan “Die For Me” dari Chase Atlantic adalah salah satunya. Lagu ini gak cuma bicara soal cinta, tapi soal koneksi yang liar, mentah, dan gak bisa dijelaskan dengan logika. Cinta yang gak sehat, tapi terlalu nyata buat diabaikan. Rasanya seperti ketagihan seseorang yang kalian tahu bisa menghancurkan pelan-pelan, tapi kalian tetap datang, tetap tinggal, tetap menunggu… seolah gak ada pilihan lain.

Lagu ini membawa kalian ke dalam hubungan yang penuh kontradiksi saling tarik, saling dorong, saling butuh, tapi juga saling melukai. Gak ada label, gak ada kepastian, cuma dua orang yang sama-sama kacau tapi gak bisa jauh. Dan yang paling aneh, kadang kalian merasa dicintai justru saat sedang disakiti. Kalian tahu ini salah, tapi di dalamnya… kalian merasa hidup. Karena gak semua orang mencari hubungan yang tenang. Beberapa hanya bisa merasa nyata di tengah kekacauan.

“Would you die for me?” bukan sekadar pertanyaan dramatis. Itu semacam tantangan buat orang yang kalian sayang seberapa jauh dia akan bertahan? Seberapa dalam dia akan jatuh? Dan di balik semua itu, ada rasa ingin tahu yang dalam: apakah ini cinta, atau hanya keterikatan yang tumbuh dari luka yang belum selesai?

Lagu ini juga mengingatkan kalian bahwa gak semua hubungan harus diselamatkan. Ada yang hadir hanya untuk menunjukkan sisi paling mentah dari diri kalian dan itu penting. Karena dari hubungan yang berantakan, kalian belajar mengenal batas, mengenal luka, dan akhirnya mengenal siapa diri kalian sebenarnya. Kadang seseorang datang bukan untuk bertahan, tapi untuk bikin kalian sadar bahwa yang selama ini disebut cinta… bisa jadi hanyalah kebiasaan bertahan dalam ketergantungan.

Tapi jangan salah. Lagu ini bukan mengajak untuk bertahan di hubungan yang merusak. Justru lewat lirik-liriknya, kalian diingatkan: ada bentuk cinta yang terlalu keras untuk jadi rumah, terlalu gelap untuk jadi tempat tinggal, dan terlalu dalam untuk sekadar main-main. Dan saat kalian sadar, kalian punya pilihan — untuk keluar, atau tenggelam lebih dalam.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *