Kembali Ke Masa Lalu

Ada suatu masa di mana saya pernah kepikiran, “gimana ya kalau punya kekuatan untuk kembali ke masa lalu?” Pikiran random yang biasanya muncul di tengah malam, saat suasana sepi dan pikiran mulai ngalor-ngidul ke mana-mana. Kalau dipikir-pikir, kalau memang bisa, mungkin saya akan memperbaiki beberapa kesalahan yang pernah saya lakukan.

Kesalahan itu sebenarnya bukan masalah besar, bukan juga hal yang bikin hidup saya hancur, tapi tetap aja kadang bikin nyesel kalau diingat. Rasanya pengen banget balik ke momen itu, ngulang lagi, dan ngambil keputusan yang berbeda. Biar nanti ke depannya lebih mulus, biar kesalahan itu nggak kebawa terus jadi beban pikiran.

Tapi di sisi lain, saya juga sadar kalau setiap kesalahan yang pernah dibuat justru jadi bagian dari jalan hidup yang saya jalani sekarang. Kalau saya benar-benar punya kesempatan untuk balik ke masa lalu dan memperbaikinya, mungkin cerita hidup saya sekarang nggak akan sama. Bisa jadi saya nggak akan ketemu orang-orang yang saya kenal hari ini, atau mungkin saya nggak akan berada di titik yang sekarang saya pijak. Dan siapa yang tahu, mungkin jalan cerita yang baru malah nggak seindah yang saya bayangkan.

Makanya, konsep kembali ke masa lalu itu agak rumit. Nggak sesederhana memperbaiki semua kesalahan, karena setiap perubahan pasti ada konsekuensinya. Tapi jujur aja, kalau memang ada kesempatan itu, saya rasa saya bakal tetap tergoda buat memperbaiki beberapa hal. Minimal, hal-hal kecil yang bikin saya sering nyesel sendiri ketika lagi sendirian.

Jadi sekarang saya jadi mikir: kalau memang benar-benar ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu, apakah lebih baik saya tetap memilih jalan yang sama dengan semua kesalahan dan pelajarannya? Atau justru saya akan mengubah semuanya demi mendapatkan jalan cerita hidup yang berbeda?. Gimana menurut kalian ?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *