Dulu, kita pernah berdiri di tempat yang sama, berbagi cerita, tawa, dan impian. Semua terasa begitu nyata, begitu dekat, seolah dunia hanya milik kita berdua. Tapi waktu selalu punya cara untuk mengubah segalanya, perlahan menjauhkan yang dulu terasa begitu dekat, membuat yang pasti menjadi ragu, dan menyisakan aku di sini sendirian dalam penantian.

Aku tidak menyalahkan siapa pun. Mungkin memang begini jalannya, mungkin memang kita harus berjalan ke arah yang berbeda. Tapi ada satu hal yang masih tersisa, satu hal yang sulit aku hapus rasa ingin tahu. Apakah di tempat lain, di kehidupanmu yang sekarang, kamu pernah menoleh ke belakang dan mengingatku? Apakah ada momen di mana kamu juga bertanya-tanya, bagaimana jadinya jika kita masih berjalan bersama?

Namun, aku sadar bahwa menunggu seseorang yang mungkin tak lagi melihat ke arahku adalah sebuah ketidakpastian yang tak berujung. Aku bisa terus berharap, atau aku bisa belajar menerima bahwa beberapa hal memang hanya untuk dikenang, bukan untuk diulang. Dan mungkin, suatu saat nanti, tanpa aku sadari, aku akan berhenti menunggu bukan karena aku tak lagi peduli, tapi karena aku akhirnya sadar bahwa aku juga berhak untuk melangkah maju.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *