My Home Is Not A Home

“My Home Is Not A Home” bukan cuma judul lagu, tapi juga perasaan yang pernah dialami banyak orang. Lagu ini bercerita tentang rumah yang secara fisik ada, tapi tidak lagi terasa seperti rumah. Tentang bagaimana kehangatan dan kenyamanan sebuah tempat ternyata tidak datang dari dinding atau atap, tapi dari kehadiran seseorang yang kalian cintai. Tanpa mereka, semuanya terasa kosong, sunyi, dan dingin, meski cahaya lampu tetap menyala.

d4vd membungkus rasa kehilangan itu dengan suara yang pelan namun penuh beban emosi. Setiap baitnya seperti langkah yang berat di koridor sepi, setiap nadanya seperti napas panjang yang ditahan terlalu lama. Lagu ini membuat kalian menyadari bahwa rumah sejati bukanlah alamat, melainkan hati yang mau menerima kalian sepenuhnya. Dan ketika hati itu pergi, semua yang tersisa hanyalah bangunan tanpa jiwa.

Di balik kesedihan yang dibawanya, “My Home Is Not A Home” juga menyimpan pesan yang hangat: bahwa kita semua mencari tempat untuk kembali, entah itu seseorang, momen, atau rasa yang membuat kita merasa aman. Lagu ini mengajarkan bahwa rumah bukan soal di mana kalian berada, tapi siapa yang ada bersama kalian di sana. Bahkan dalam kehilangan, ada pelajaran tentang betapa berharganya kehadiran seseorang yang mampu membuat kalian merasa “pulang”.

Saat lagu ini berakhir, kalian mungkin akan duduk diam beberapa saat. Bukan hanya memikirkan orang yang kalian rindukan, tapi juga menghargai mereka yang masih ada sekarang. Karena suatu hari nanti, kalian mungkin akan merindukan hal-hal yang hari ini terasa biasa saja. “My Home Is Not A Home” adalah pengingat bahwa rumah sejati selalu berada di hati, bukan di peta.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *