Rumah Hati

Ada lagu yang rasanya kayak pelukan dari jauh, dan “Come Home” adalah salah satunya. Lagu ini bukan cuma soal jarak fisik, tapi juga jarak hati. Tentang seseorang yang kalian rindukan, seseorang yang pernah jadi rumah, dan sekarang terasa jauh. Setiap nadanya seperti ajakan lembut, “Pulanglah… aku masih di sini.” Bukan dalam arti memaksa, tapi dengan harapan bahwa hati kalian masih punya tempat yang sama.

Lagu ini mengajarkan bahwa rumah bukan selalu bangunan atau tempat, tapi bisa berupa seseorang. Seseorang yang membuat kalian merasa aman, diterima, dan dipahami sepenuhnya. “Come Home” bukan cuma ajakan untuk kembali, tapi juga ungkapan bahwa meski kalian sempat hilang, selalu ada pintu yang terbuka buat kalian. Dan itu jarang karena gak semua orang mau menunggu dengan sabar.

Dalam hidup, kadang kita pergi bukan karena gak peduli, tapi karena kita harus mencari sesuatu. Namun, ada momen ketika kalian sadar, semua pencarian itu selalu mengarah ke satu tempat yang sama rumah hati. Lagu ini menangkap momen itu: ketika rindu berubah jadi keberanian untuk kembali, meskipun kalian tahu banyak hal sudah berubah.

Tapi “Come Home” juga punya sisi emosional yang dalam. Dia mengingatkan, bahwa pulang bukan sekadar tentang jarak yang ditempuh, tapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa kalian butuh seseorang. Butuh rasa itu lagi. Butuh kenyamanan yang gak tergantikan. Dan kadang, pengakuan itu justru yang paling sulit diucapkan.

Saat lagu ini berakhir, kalian mungkin akan terdiam sejenak. Bukan karena sedih, tapi karena merasa… ada bagian dalam diri yang ingin kembali. Entah kepada seseorang, suatu momen, atau versi lama dari diri kalian sendiri yang pernah bahagia. “Come Home” adalah pengingat bahwa di tengah perjalanan yang panjang, kita semua butuh tempat untuk kembali. Dan kalau kalian menemukannya, jangan ragu untuk pulang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *