Sanctuary

Ada lagu yang gak cuma masuk ke telinga, tapi langsung nyentuh bagian terdalam dari diri kalian dan “Sanctuary” dari Joji adalah salah satunya. Lagu ini bukan soal cinta yang meledak-ledak, tapi tentang tempat pulang. Tentang seseorang yang jadi ruang aman, tempat kalian bisa berhenti berlari, meskipun cuma sebentar. Rasanya kayak ketenangan yang datang tanpa diminta, tapi justru kalian harapkan sejak lama.

Kadang dalam hidup, kalian gak butuh banyak hal. Cukup satu orang yang bikin dunia terasa gak terlalu berat. “You’ve been my sanctuary,” bukan kalimat romantis biasa itu bentuk kejujuran paling sederhana dari hati yang capek, tapi masih mau berharap. Lagu ini bukan soal drama atau kerumitan, tapi soal kehadiran. Tentang bagaimana satu orang bisa jadi tenang di tengah segala yang berisik.

Lagu ini juga ngingetin kalian, bahwa perasaan gak harus selalu heboh untuk jadi nyata. Ada cinta yang datang dalam bentuk yang tenang gak mendesak, gak memaksa, tapi tetap ada. Bahkan ketika kalian diam, dia tetap di sana. Menunggu. Menjadi tempat pulang, bukan sekadar tujuan sementara. Dan di dunia yang serba cepat, rasa seperti itu udah jadi langka.

Tapi ada juga sisi lain yang diam-diam terasa di balik nada-nadanya. Sanctuary juga bisa berarti perpisahan. Karena kadang, yang jadi tempat pulang… gak selamanya bisa kalian miliki. Ada cinta yang harus dibebaskan, meski hati kalian ingin tetap tinggal. Tapi justru dari situ kalian belajar, bahwa mencintai gak selalu harus memiliki cukup jadi tempat nyaman, meski akhirnya harus pergi.

Dan saat lagu ini selesai, kalian mungkin akan terdiam sebentar. Bukan karena sedih, tapi karena sadar bahwa rasa paling dalam sering kali gak butuh banyak penjelasan. Cukup dirasakan. Cukup dikenang. Karena dalam hidup ini, punya satu “sanctuary” aja udah lebih dari cukup


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *