Oke jadi kemarin saya dapat tugas untuk mendatangi Workshop di salah satu bank swasta, dan itu banknya termasuk bank besar (yang lihat story IG pasti tahu lah ya). Di situ saya ikut sebagai tim teknis.
Kita mulai dari awal saja. Pertama itu kita berangkat dari rumah masing-masing, terus pesan Gocar dua kali pickup. Di pagi itu hujan dan macetnya parah banget. Pesan Gocar itu sekitar jam setengah 7, dan sampai sana sekitar jam 9 lewat. Padahal acaranya mulai jam 9, jadi awalnya saya kira kita yang telat. Tapi untungnya workshopnya belum mulai karena peserta lain juga banyak yang belum datang.
Akhirnya ya sudah, kita menunggu sambil persiapan workshopnya mulai. Kalau tidak salah workshopnya mulai sekitar jam 10-an. Di awal ada pendahuluan dan beberapa pembukaan terlebih dahulu.
Waktu workshop mulai saya agak kaget sih, karena ternyata pembahasannya terkait undang-undang. Di dalam hati saya sempat mikir, “Ini saya orang teknis bisa paham nggak ya?” Tapi untungnya pembicaranya bisa menjelaskan dengan bahasa sehari-hari dan banyak perumpamaan, jadi lumayan bisa dipahami walaupun saya orang teknis.
Mana lagi puasa juga kan ya. Puasa sambil dengerin pembahasan undang-undang, kepala saya sampai nyut-nyutan buat fokus dengernya. Hampir burnout juga rasanya wkwkwk.
Untungnya ada jeda istirahat sedikit, jadi kepala nggak sampai meledak. Pas istirahat juga disediakan makan siang, tapi karena saya puasa jadi saya bawa pulang saja wkwkwk. Nggak mungkin mokel dong.
Setelah istirahat dan habis sholat, workshop lanjut lagi. Tapi dari workshop ini saya dapat insight baru terkait hukum. Biasanya kan kalau orang-orang dengar soal undang-undang itu identiknya dengan demo karena undang-undangnya dianggap nggak jelas dan lain-lain.
Awalnya saya juga mengira isinya bakal seperti itu. Tapi ternyata tidak juga. Ternyata undang-undang ini membahas soal perlindungan data dari pemerintah, yaitu UU PDP kalau tidak salah. Ini saya bukan ahli ya, saya cuma menyampaikan apa yang saya pahami dari workshop tersebut, jadi tidak ada sangkut paut dengan hal-hal lain.
Dari situ saya jadi tahu kalau prosesnya ternyata cukup ribet. Harus memenuhi berbagai persyaratan, aturan, dan prosedur yang cukup banyak. Tapi setelah dijelaskan bagaimana penerapannya, akhirnya saya mulai paham maksud dari undang-undang tersebut.
Buat saya ini pengalaman yang cukup baru. Karena saya orang teknis, tiba-tiba ikut workshop yang membahas hukum yang bisa dibilang cukup advanced. Tapi ternyata masih ada kaitannya juga dengan dunia teknis, terutama yang berhubungan dengan data.
Jadi menurut saya ini pengalaman yang lumayan berharga. Saya jadi tahu sedikit gambaran bagaimana proses hukum itu berjalan dan bagaimana kaitannya dengan pengelolaan data.
Dan tentu saja pulangnya juga membawa snack yang sebenarnya paling saya tunggu dari awal wkwkwkw.
Ya jadi itu saja cerita dari saya. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.