Sebuah Bahan Gabut

Jadi saya itu suka baca, baca komik. Bukan komik yang dari buku atau apa ya, tapi dari komik digital. Itu lho, yang bisa dibaca di aplikasi atau web. Komik-komik ini datang dari berbagai negara: ada manhua dari China, manhwa dari Korea, dan tentu aja manga dari Jepang. Nah, salah satu yang lagi saya baca sekarang ini judulnya The World After the Fall. Dan jujur, ini komik yang beda banget dari kebanyakan manhwa yang udah saya baca sebelumnya.

Ceritanya dimulai dari sebuah dunia di mana manusia ditarik ke dalam tower raksasa dan dipaksa bertahan hidup melawan monster. Tapi alih-alih jadi cerita tentang survival biasa, The World After the Fall justru ngangkat hal yang lebih dalam tentang kesendirian, pilihan, dan keberanian buat tetap berdiri waktu semua orang mutusin buat menyerah. Karakter utamanya, Jaehwan, itu tipikal orang yang diem-diem tangguh. Gak banyak drama, gak banyak bacot, tapi tindakannya selalu nunjukin makna. Waktu semua orang keluar dari tower lewat “System Reset”, dia milih buat tetap tinggal. Sendirian.

Yang bikin saya tertarik itu bukan cuma aksi dan plot twist-nya aja, tapi pesan moral yang dibawa. Ada bagian-bagian tertentu yang bikin mikir, kayak… “Kalau saya di posisi dia, saya bisa tetap bertahan nggak, ya?” atau “Kenapa kita hidup kalau semua orang udah berhenti percaya?” Ini bukan cuma cerita fantasi biasa, ini semacam refleksi tentang hidup. Gimana kita jalan terus meskipun nggak ada yang nemenin, gimana kita tetap pegang teguh prinsip meskipun orang lain ninggalin.

Visual dari manhwa ini juga bagus banget. Gaya gambarnya tegas tapi artistik, warna-warna gelapnya pas banget buat ngasih nuansa suram dan berat yang emang cocok sama ceritanya. Ditambah lagi dengan narasi yang kuat, bikin tiap bab-nya itu terasa hidup. Kayak nonton film tapi di dalam kepala sendiri.

Buat kalian yang suka cerita dengan elemen psikologis, survival, dan filosofi yang dalem, The World After the Fall ini bisa jadi bacaan yang pas banget. Bukan yang ringan-ringan buat iseng, tapi yang bikin mikir dan kadang bikin kita diem sejenak habis baca satu chapter, mikir… “Wah, ini relatable banget ya.”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *