Dulu, saya pikir udah paling canggih kalau mau lihat isi file cukup pakai cat
. Tinggal cat namafile
, beres. Mau cek konfigurasi? cat nginx.conf
. Mau lihat isi script? cat deploy.sh
. Tapi makin lama, mata mulai capek juga lihat teks polos tanpa warna, apalagi kalau barisnya panjang dan kode yang dilihat ribet. Sampai akhirnya saya kenal sama satu tools yang bikin semuanya berubah namanya batcat
.
Pertama kali tahu batcat
, saya langsung suka. Soalnya tampilannya jauh lebih bersih dan nyaman. Ada syntax highlighting yang otomatis mengenali jenis file, kasih warna ke kode, terus ditambah line number biar nggak bingung lihat baris keberapa. Kalau filenya panjang, dia juga nggak langsung numpahin semua isi ke layar, tapi pakai sistem paging (kayak less
), jadi bisa scroll pelan-pelan. Dan yang paling keren, kalau kamu lagi kerja di dalam folder Git, batcat
bisa kasih highlight perubahan file juga. Keren, kan?
Untuk install batcat
di Ubuntu atau Debian gampang banget, tinggal jalanin:
sudo apt update
sudo apt install bat
Tapi karena nama binary-nya batcat
(bukan bat
), saya bikin alias biar lebih singkat:
echo "alias bat='batcat'" >> ~/.bashrc
source ~/.bashrc
Setelah itu, kamu bisa langsung coba:
batcat namafile.txt
Sekarang, setiap buka file di terminal rasanya nggak ngebosenin lagi. Nggak heran sih, batcat
memang dibuat buat developer dan sysadmin yang butuh tools cepat tapi tetap enak dilihat. Kalau kalian masih pakai cat
, coba deh cobain batcat
. Siapa tahu, kalian juga bakal pindah haluan.
Leave a Reply