Di #15 saya sempat cerita soal bikin tool dan workflow kecil di sekitar Claude. Tulisan ini lanjutannya yang lebih spesifik, karena Claude Code punya dua cara bawaan buat ngejadiin kebiasaan kalian jadi sesuatu yang otomatis: slash command dan hook. Keduanya sama sama berangkat dari hal yang sudah kalian ulang berkali kali, bedanya ada di kapan mereka jalan.
Slash command: nyimpen prompt yang udah kalian percaya
Slash command itu pada dasarnya prompt yang kalian simpan jadi sebuah perintah pendek. Kalau kalian punya cara framing tertentu buat minta code review yang hasilnya selalu berguna, kalian nggak perlu ngetik ulang framing itu tiap kali. Simpan jadi perintah seperti /review, lalu panggil waktu butuh. Isinya tetap prompt biasa, cuma sekarang dia kepanggil dalam satu ketikan, lengkap dengan semua instruksi yang sudah kalian kalibrasi. Efeknya bukan cuma hemat ngetik, tapi juga bikin cara kalian minta sesuatu jadi konsisten dari hari ke hari.
Hook: aksi yang jalan sendiri di titik tertentu
Kalau slash command nunggu kalian panggil, hook justru jalan otomatis waktu suatu kejadian terjadi. Misalnya kalian pengin setiap kali sebuah file selesai diedit, ada lint atau test yang langsung jalan tanpa kalian minta. Atau kalian pengin dikasih pengingat tertentu waktu Claude berhenti. Hook ngisi celah itu, karena dia nempel ke momen, bukan ke perintah. Yang perlu diingat, hook itu kalian sendiri yang jalanin lewat script, jadi dia sekuat dan seaman apa yang kalian tulis di situ.
Bedain mana yang cocok
Aturan praktisnya sederhana. Kalau sesuatu kalian panggil waktu butuh, misalnya review atau ringkasan, itu kerjaan buat slash command. Kalau sesuatu harusnya terjadi otomatis tanpa kalian ingat, misalnya cek sebelum commit atau test setelah edit, itu wilayah hook. Dan seperti di tulisan soal tool, jangan bikin keduanya buat hal yang cuma sekali sekali muncul. Otomatisasi baru berguna waktu yang diotomatisin memang sering berulang, karena di situ ongkos bikinnya kebayar.
Mulainya selalu dari rasa capek yang nyata, bukan dari ide “mungkin suatu saat kepake”. Begitu kalian sadar sudah ngetik prompt yang sama entah berapa kali, atau sudah lupa jalanin test entah berapa kali, di situ kandidatnya ketemu. Jadikan satu, pakai beberapa hari, baru tambah yang lain kalau memang kerasa perlu.