Kalau kalian pernah baca cerita saya soal server Minecraft waktu lebaran dulu, yang pakai laptop lokal plus Tailscale supaya teman-teman bisa join, cerita ini adalah kelanjutannya.
Server lokal itu memang jalan, tapi trouble-nya lumayan sering. Koneksi lewat Tailscale kadang tidak stabil, ping naik turun, dan karena servernya jalan di laptop pribadi, setiap kali laptop dimatikan server ikut mati juga. Belum lagi kalau koneksi internet di rumah lagi tidak bagus, yang kena imbasnya semua yang lagi main.
Akhirnya diputuskan bikin server baru yang lebih proper 1 tahun lebih kemudian. Kali ini pakai modpack, pilihan jatuh ke Better MC yang berbasis Forge. Isinya lumayan lengkap dan tidak terlalu berat untuk dijalankan.
Setup servernya sendiri tidak terlalu ribet. Download server pack dari CurseForge, jalankan installer Forge, ubah eula.txt jadi true, lalu start. Tidak sampai setengah jam server sudah nyala.
Masalah langsung muncul waktu teman pertama coba join. Dapat error mod mismatch karena versi mod di client-nya tidak sama persis dengan yang ada di server. Forge memang ketat soal ini, beda satu mod atau satu versi kecil pun langsung ditolak koneksinya.
Solusi pertama yang kepikiran ya kirim folder mods lewat Google Drive, minta teman copy-paste sendiri ke folder Minecraft mereka. Jalan sih, tapi ribet. Apalagi beberapa teman pakai TLauncher yang struktur folder instance-nya berbeda, jadi lokasi folder mods-nya pun tidak sama di setiap orang. Tiap orang settingnya sedikit berbeda dan itu bikin debugging jadi susah karena harus ditebak-tebak satu per satu.
Setelah beberapa sesi debugging yang lumayan melelahkan, ketemu solusi yang namanya AutoModpack. Ini mod yang dipasang di server, fungsinya membuat client otomatis download dan sinkronisasi mod dari server waktu pertama kali konek. Jadi teman cukup install Forge plus AutoModpack, masukkan IP server, dan sisanya otomatis. Mod yang kurang didownload sendiri, yang tidak diperlukan dihapus sendiri.
Setelah AutoModpack terpasang, pengalaman join jadi jauh lebih bersih. Tidak ada lagi kirim-kiriman file manual.
Karena server sudah mulai stabil, saya tambahkan beberapa hal lain. Pertama domain, sekarang servernya bisa diakses lewat mc.afatyo.web.id dan tidak perlu lagi hafal IP plus port. Lalu MOTD biar tampilan di server list lebih rapi, dan logo server supaya ada ikonnya waktu muncul di daftar server.
Untuk notifikasi Discord, konsepnya mirip dengan Dinotif yang saya buat di server lama dan pakai nama yang sama. Setiap ada player join atau leave, langsung ada pesan masuk ke channel grup. Tujuannya sederhana, biar teman-teman tahu ada yang lagi online tanpa harus buka Minecraft dulu.
Update mod dan resource pack juga jadi lebih mudah setelah AutoModpack terpasang. Update dilakukan di server, perbarui manifest-nya, dan waktu teman konek berikutnya semua tersinkron otomatis.
Intinya yang paling banyak makan waktu bukan setup server-nya, tapi mikirin supaya teman-teman bisa join dengan mudah dan tidak kebingungan. Ternyata bikin server Minecraft modded itu bukan cuma soal server-nya sendiri, tapi juga soal pengalaman orang yang mau main di sana.